Minggu, 04 Januari 2015

SENI

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan.

Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilihmedium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu.

selengkapnya klik disini

Read more...

PUISI BARU



Puisi Baru
Puisi baru adalah karya sastra yang lahir setelah puisi lama, puisi ini lahir bersamaan dengan puisi kontemporer, tidak terikat dengan aturan-aturan dalam puisi.
Yang termasuk dalam puisi baru adalah sebagai berikut :

1. Distikon
Distikon adalah bentuk puisi yang terdiri atas dua baris dalam tiap bait.
Contoh :

Hang Tuah

Bayu berpuput ayun bergulung
Bayu direbut buih dibubung

Selat Malaka ombaknya memecah
Pukul-memukul belah-membelah.

Bahtera ditepuk buritan dilanda
Penjajah dibentuk haluan ditunda

2. Terzina
Terzina adalah bentuk puisi baru yang terdiri atas tiga baris dalam tiap bait.
Contoh :  
Kepada Angin Raja Kelana

Kau Sang Bayu, Raja Kelana
Yang tak tahu lelah dan tak berhenti
Bersiap diri pergi mengembara,

Di sunyi senyap, di waktupagi,
Kau merampas hawa panas caya,
Dari rina utusan mata hari.

Guna melepaskan tumbuhan dan bunga,
Dari kujur pelukan malam,
Bau-bauan pemberian bunga,

Kau sebarkan di lembah bermakam,
Seperti bunga yang menyatakan
Terima kasihnya, aku dengan kalam

(M. Taslim Ali)

untuk selengkapnya klik disini

Read more...

puisi lama



MACAM-MACAM PUISI LAMA

1.MANTRA Mantra adalah merupakan puisi tua, keberadaannya dalam masyarakat Melayu pada mulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan.

Contoh:

Assalammu’alaikum putri satulung besar

Yang beralun berilir simayang

Mari kecil, kemari

Aku menyanggul rambutmu

Aku membawa sadap gading

Akan membasuh mukamu

2.GURINDAM Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India)

CIRI-CIRI GURINDAM:

a. Sajak akhir berirama a – a ; b – b; c – c dst.

b. Berasal dari Tamil (India)

c. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni menjelaskan atau menampilkan suatui sebab akibat.

Contoh : Kurang pikir kurang siasat (a)

Tentu dirimu akan tersesat (a)

Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )

Bagai rumah tiada bertiang ( b )

Jika suami tiada berhati lurus ( c )

Istri pun kelak menjadi kurus ( c )

3. SYAIR Syair adalah puisi lama yang berasal dari Arab.

CIRI – CIRI SYAIR :

a. Setiap bait terdiri dari 4 baris

b. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata

c. Bersajak a – a – a – a

d. Isi semua tidak ada sampiran

e. Berasal dari Arab

Contoh :

Pada zaman dahulu kala (a)

Tersebutlah sebuah cerita (a)

Sebuah negeri yang aman sentosa (a)

Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)

Negeri bernama Pasir Luhur (a)

Tanahnya luas lagi subur (a)

Rakyat teratur hidupnya makmur (a)

Rukun raharja tiada terukur (a)

Raja bernama Darmalaksana (a)

Tampan rupawan elok parasnya (a)

Adil dan jujur penuh wibawa (a)

Gagah perkasa tiada tandingnya (a)

4.PANTUN Pantun adalah puisi Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat.

CIRI – CIRI PANTUN :

1. Setiap bait terdiri 4 baris

2. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran

3. Baris 3 dan 4 merupakan isi

4. Bersajak a – b – a – b

5. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata

6. Berasal dari Melayu (Indonesia)

Contoh :

Ada pepaya ada mentimun (a)

Ada mangga ada salak (b)

Daripada duduk melamun (a)

Mari kita membaca sajak (b)

Read more...

Sabtu, 03 Januari 2015

Sastra Indonesia

Sastra Indonesia
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sastra Indonesia, adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara. Istilah "Indonesia" sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah poltik di wilayah tersebut.

Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada sastra yang dibuat di wilayah Kepulauan Indonesia. Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan Bahasa Melayu (dimana bahasa Indonesia adalah satu turunannya). Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah Melayu (selain Indonesia, terdapat juga beberapa negara berbahasa Melayu seperti Malaysia dan Brunei), demikian pula bangsa Melayu yang tinggal di Singapura.

Periodesasi

Sastra Indonesia terbagi menjadi 2 bagian besar, yaitu:
  • lisan
  • tulisan

Secara urutan waktu maka sastra Indonesia terbagi atas beberapa angkatan:

Read more...

Kamis, 01 Januari 2015

materi MPIBK

untuk mendownload MPI BK materi 1 silahkan klik disini
untuk mendownload MPI BK materi 2 silahkan klik disini
untuk mendownload MPI BK materi 3 silahkan klik disini
untuk mendownload MPI BK materi 4 silahkan klik disini
untuk mendownload MPI BK materi 5 silahkan klik disini
untuk mendownload MPI BK materi 6 silahkan klik disini
untuk mendownload MPI BK materi 7 silahkan klik disini
untuk mendownload MPI BK materi 8 silahkan klik disini
untuk mendownload MPI BK materi 9 silahkan klik disini

Read more...

About

Dwiana Kartikawati
NIM 1301413118
email : dwianakartikawatiww@gmail.com
Blogger Template by Btemplate.
Editor by Dwiana